Akromegali
December 13, 2019

Akromegali Adalah

Nama akromegali cukup asing di telinga kita. Nama penyakit yang jarang kita dengar sebelumnya. Penyakit jenis apa akromegali itu? Dilansir dari hellosehat.com akromegali adalah penyakit hormonal akibat hormon pertumbuhan yang berlebihan. Penyakit ini menyebabkan kulit dan tulang di beberapa bagian tubuh lebih besar dari ukuran normalnya. Ketika penyakit ini terjadi pada anak, maka kondisinya disebut dengan gigantisme. Penyakit akromegali merupakan penyakit yang cukup jarang terjadi dan biasanya terjadi pada dewasa paruh baya. Bagaimana cara mengetahui bahwa kamu mengidap penyakit akromegali ini? Kamu dapat melihat tanda dan gejala yang terjadi pada dirimu. Beberapa gejalanya seperti kulit yang berminyak, kasar dan tebal, timbulnya bau tidak enak pada badan dan keringat yang berlebihan, lidah membesar dan seringnya terjadi nyeri sendi dan gerakan dari sendi yang terbatas. Gejala dari penyakit ini cukup banyak dan jika kamu merasa khawatir dengan kondisi kesehatanmu, segeralah berkonsultasi pada dokter.

Kamu dapat menghubungi dokter jika memiliki tanda atau gejala seperti tungai yang membengkak dan besar, bagian hidung dan bibir yang membesar, mengalami gangguan penglihatan, sakit kepala dan adanya nyeri syaraf.

Lalu apa yang menyebabkan timbulnya penyakit ini? Penyebab dari akromegali adalah produksi yang berlebihan dari hormon pertumbuhan. Penyebab terseringnya adalah tumbuhnya tumor jinak pitutari. Menurut sehatq.com lebih dari sembilan puluh lima peren akromegali disebabkan oleh tumor yang mempengaruhi kelenjar pituitari, tumor ini disebut dengan adenoma. Berdasarkan ukurannya, adenoma dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makro yang memiliki ukuran lebih dari satu senti meter dan mikro yang kurang dari satu senti meter. Adenoma dalam otak yang membesar juga dapat menekankan jaringan tertentu dalam otak hingga memberikan gejala tertentu. Akromegali dapat terjadi ketika tumor mempengaruhi pengeluaran dari hormon pertumbuhan. Akromegali terjadi secara perlahan sehingga jarang yang menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut.

Kemudian bagaimana cara dokter mendiagnosis penyakit ini? Biasanya dokter akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Tes penekanan hormon pertumbuhan

Ini metode yang dilakukan dalam memverifikasi akromegali. Pada tes ini level darah dari hormon pertumbuhan akan diukur sebelum dan sesudah pasien mengkonsumsi gula. Penderita biasanya akan memiliki kadar hormon pertumbuhan yang tinggi.

  • CT scan

Pasien akan melakukan pemeriksaan seperti MRI untuk membantu mengetahui lokasi dan ukuran tumor pada kelenjar pituitari.

  • Pengukuran GH dan IGF-I

Cara ini dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mengukur level hormon pertumbuhan dan IGF-I yang ada. Peningkatan dari kadar kedua hormon ini membuktikan bahwa adanya akromegali.

Lalu bagaimana cara mengatasi dan mengobati penyakit ini? Dilansir dari klikdokter.com pada kasus adenoma pituitari memungkinkan penanganan akromegali adalah pembedahan. Ini dilakukan agar dapat membuang tumor yang ada pada penderita. Jika dengan melakukan pembedahan tidak dapat menurunkan level hormon pertumbuhan, kamu dapat mengonsumsi obat-obatan. Obat yang mungkindiberikan adalah dopamine agonist, GH receptor antagonist dan somatostatin analog.  Jika obat-obatan masih tidak membantu dalam mengurangi gejala yang ada, kamu dapat mengambil pertimbangan terapi radiasi. Tentunya hal ini harus dengan persetujuan dokter.

Itulah penyebab, gejala dan cara penyembuhan dari akromegali. Penyakit akromegali adalah kelainan yang terjadi karena hormon pertumbuhan yang berlebihan. Kamu dapat berkonsultasi sejak dini dengan dokter agar penyakitmu dapat didiagnosis sesuai dengan gejalanya dan mendapatkan pengobatan yang cocok dengan gejala yang kamu miliki.